Refokusing Kebijakan Dan Program Swasembada Beras Berkelanjutan pada Berbagai Agroekosistem: Analisis Multi-Criteria Policy
Keywords:
beras, agroekosistem, intensifikasi pertanian, ekstensifikasi pertanian, kebijakanAbstract
Beras merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia dengan kebutuhan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Namun, upaya peningkatan produksi beras menghadapi tantangan yang semakin kompleks, antara lain perubahan iklim, degradasi sumber daya lahan dan air, alih fungsi lahan pertanian, serta dinamika sosial ekonomi petani. Kondisi tersebut menuntut perumusan kebijakan dan program yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian swasembada beras. Kajian ini bertujuan merumuskan arah refokusing kebijakan dan program swasembada beras berkelanjutan di Indonesia berbasis agroekosistem (AEZ), dengan fokus pada lahan sawah irigasi, sawah pasang surut, dan rawa lebak. Studi dilakukan di tiga provinsi yang merepresentasikan masing-masing agroekosistem, yaitu Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Data primer dikumpulkan melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan 20–25 responden di setiap lokasi. Analisis dilakukan menggunakan metode Multi-Criteria Policy (MULTIPOL) untuk menyusun prioritas kebijakan dan program. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 20 program yang disusun dalam model, optimalisasi lahan (Oplah) menjadi prioritas utama pada AEZ pasang surut dan rawa lebak, sedangkan penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) modern menjadi prioritas pada AEZ sawah irigasi. Program prioritas lainnya meliputi perbaikan irigasi dan pompanisasi, penyediaan benih unggul, akses pupuk bersubsidi, jaminan harga output, peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta penguatan kelembagaan pertanian. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa strategi intensifikasi dan ekstensifikasi saling melengkapi dalam kerangka refokusing kebijakan dan tataran program untuk mewujudkan swasembada beras berkelanjutan, dengan penekanan yang berbeda sesuai karakteristik agroekosistem. Refokusing ini dapat menjadi acuan untuk evaluasi dan perumusan kebijakan swasembada beras ke depan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan aspirasi daerah.
References
Addison, M., Ohene-Yankyera, K., Acheampong, P. P., & Wongnaa, C. A. (2022). The impact of uptake of selected agricultural technologies on rice farmers’ income distribution in Ghana. Agriculture & Food Security, 11(2), 1–16. https://doi.org/10.1186/s40066-021-00339-0
Ahsani, F. T., & Ardian, D. (2019). Analisis faktor yang memengaruhi swasembada beras di Indonesia tahun 2018. Seminar Nasional Official Statistics, 2019(1), 196–201. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2019i1.256
Aldillah, R. (2016). Kinerja pemanfaatan mekanisasi pertanian dan implikasinya dalam upaya percepatan produksi pangan di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 2, 163–177. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/index.php/fae/article/view/1141
Anugrah, I. S., Syahyuti, & Hestina, J. (2022). Tata kelola bantuan alat dan mesin pertanian sebagai instrumen pendukung pertanian modern. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 40(2), 105–118. https://doi.org/10.21082/fae.v40n2.2022.105-118
Badan Pusat Statistik. (2023). Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia. Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2023 (2nd ed., Vol. 27). Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/publication/2023/10/20/40a8ad9c5478055fca31e2ca/pengeluaran-untuk-konsumsi-penduduk-indonesia--maret-2023.html
Badan Pusat Statistik. (2023). Laju pertumbuhan penduduk (persen), 2025. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk3NiMy/laju-pertumbuhan-penduduk.htm
Basri, Z. (2018). Evaluasi program Optimasi Lahan petani ditinjau dari aspek sosial ekonomi petani di Desa Batetangnga Polewali Mandar. AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian, 3(1), 28–36. https://doi.org/10.35329/agrovital.v3i1.218
Boy, D., Yumiati, Y., & Andriani, E. (2024). Pengaruh penggunaan combine harvester terhadap produktivitas. Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains dan Teknologi Pertanian, 1(2), 29–36. https://doi.org/10.62951/mikroba.v1i2.90
Budiman, N. D., & Santu, L. (2024). Kajian strategi dan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mencapai target swasembada beras. Jurnal Pertanian Cemara, 21(2), 125–136. https://doi.org/10.24929/fp.v21i2.3888
Castelein, R. B. (Bob), Broeze, J. (Jan), Kok, M. G. (Melanie), Axmann, H. B. (Heike), Guo, X. (Xuezhen), & Soethoudt, J. M. (Han). (2022). Mechanization in rice farming reduces greenhouse gas emissions, food losses, and constitutes a positive business case for smallholder farmers – Results from a controlled experiment in Nigeria. Cleaner Engineering and Technology, 8, 100487. https://doi.org/10.1016/j.clet.2022.100487
Chen, X. (2025). The role of modern agricultural technologies in improving agricultural productivity and land use efficiency. Frontiers in Plant Science, 16, 1675657. https://doi.org/10.3389/fpls.2025.1675657
Fauzi, A. (2019). Teknik Analisis Keberlanjutan (Vol. 1). PT. Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=snKpDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false
Godet, M. (1997). Scenarios and Strategies: A Toolbox for Problem Solving (Vol. 1). https://books.google.co.id/books/about/Scenarios_and_Strategies.html?id=N78gtwAACAAJ&redir_esc=y
Godet, M. (2000). The art of scenarios and strategic planning: Tools and pitfalls. Technological Forecasting and Social Change, 65(1), 3–22. https://doi.org/10.1016/S0040-1625(99)00120-1
Hantoro, F. R. P., Prasetyo, E., & Hermawan, A. (2021). Dampak penggunaan alat dan mesin pertanian pada Program Upaya Khusus (UPSUS) terhadap kinerja sistem produksi padi di Kabupaten Tegal. Jurnal Pangan, 29(3), 171–180. https://doi.org/10.33964/jp.v29i3.482
Hermanto. (2025). Kebijakan dan Program Penyediaan Lahan Pertanian Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan. Bahan presentasi pada Focus Group Discussion (FGD) Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), Jakarta, 26 November 2025.
Hilalullaily, R., Kusnadi, N., & Rachmina, D. (2021). Analisis efisiensi usahatani padi di Jawa dan luar Jawa, kajian prospek peningkatan produksi padi nasional. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 143–153. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.2.143-153
Hossen, M. A., Shahriyar, M. M., Islam, S., Paul, H., & Rahman, M. M. (2022). Rice transplanting mechanization in Bangladesh: Way to make it sustainable. Agricultural Sciences, 13(02), 130–149. https://doi.org/10.4236/as.2022.132011
Ibnu, M. (2024). Tantangan sektor pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan berkelanjutan. Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 20(Desember2), 135–148. http://repository.lppm.unila.ac.id/id/eprint/54382
Ilhami, W. R., Khonsa, F. N. A., & Puta, S. A. (2024). Dampak konversi lahan terhadap produksi padi di Jawa Tengah: Sebuah analisis ekonomi. Agrimics Journal, 1(2), 99–108. https://journal.sativapublishing.org/index.php/aj
Ishaq, M., Rumiati, A. T., & Permatasari, E. O. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Provinsi Jawa Timur menggunakan regresi semiparametrik Spline. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5(2), 2337–3520. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://media.neliti.com/media/publications/139995-ID-analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.pdf&ved=2ahUKEwiuvI2unIWSAxWlzzgGHc9WIgkQFnoECB4QAQ&usg=AOvVaw1bfGb92h8KvAhDNOx-iYY6
Kementerian Pertanian. (2024). Rencana Program Kerja Prioritas Kementerian Pertanian 2025. Kementerian Pertanian. https://www.pertanian.go.id
Kementerian Pertanian. (2025). Lokasi Kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah 2025. Kementerian Pertanian. https://www.pertanian.go.id
Kurnia, L. A. (2019). Analisis trend dan determinan swsembada beras. SINOV, 2(2), 130–141. https://sinov.semarangkab.go.id/index.php/sinov/article/view/88
Mubarokah, S. L., & Miftah, H. (2023). Prospects of Indonesian rice self-sufficiency as a food security effort using a dynamic system model. Jurnal Pertanian, 14(2), 65–80. https://doi.org/10.30997/jp.v14i2.9788
Mucharam, I. (2022). Pengembangan indikator dan strategi pembangunan pertanian padi berkelanjutan di Indonesia. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111423
Nofitasari, R. (2024). Strategi pengembangan teknologi pertanian padi sawah di Langkat Sumatera Utara. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 9(1), 38–48. https://doi.org/10.37149/jia.v9i1.947
Noor, M., Sukarman, S., Masganti, M., Hairani, A., Khairullah, I., & Alwi, M. (2022). Lima puluh piga pahun penelitian dan pengembangan lahan rawa untuk pertanian dan produksi pangan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(2), 111–118. https://doi.org/10.21082/jsdl.v16n2.2022.111-118
Panagiotopoulou, M., & Stratigea, A. (2014). A participatory methodological framework for paving alternative local tourist development paths—the case of Sterea Ellada Region. European Journal of Futures Research, 2(1), 44. https://doi.org/10.1007/s40309-014-0044-7
Suprayogi. (2023). Teknologi produksi dan sertifikasi benih padi (Purwanto & U. H. Yulianti (eds.); 1st ed.). Universitas Jenderal Soedirman. https://press.unsoed.ac.id/home/layanan_detail/29
Supriadi, H., Rusastra, W., & Ashari, D. (2015). Strategi pengembangan program SL-PTT padi: Kasus di lima agroekosistem. Analisis Kebijakan Pertanian, 13(1), 1–17. https://doi.org/10.21082/akp.v13i1.1-17
Susanti, Z., Rumanti, I., Rahmini, Sukarman, Mulyani, A., Setyorini, D., Syahbuddin, H., Sasmita, P., Widowari, L. R., Anggara, A. W., Wijanarko, A., Nugroho, Y., Suprihanto, Hasmi, I., Ratna Rohaeni, W. R., Handoko, D. D., Susanto, U., Safitri, H., Hairmansis, A., … Norvyani, M. (2020). Rekomendasi budidaya padi pada berbagai agroekosistem (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (ed.); 1st ed.). Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/9288
Syahroni. (2024). Analisis faktor-faktor penentu tercapainya swasembada beras di Indonesia menggunakan sistem dinamik. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 6(2), 112–117. https://doi.org/10.56630/tolis.v6i2.773
Virgiani, V., Hadianto, A., & Raswatie, F. D. (2023). Analisis capaian program swasembada beras di Pulau Jawa. Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics, 2(2), 64–77. https://doi.org/10.29244/ijaree.v2i2.51682
