REALISASI KEBIJAKAN WAJIB TANAM BAGI IMPORTIR DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI BAWANG PUTIH NASIONAL

Authors

  • Bambang Sayaka (Ekonomi Pertanian), (Scholar Google H-index: 6; i10-index: 4), Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
  • Yonas Hangga Saputra Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
  • Dewa K.S. Swastika Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Abstract

Indonesia is the largest garlic importer in the world. The government has implemented a program to reduce importation of this product called the garlic mandatory-planting for importers. Implementation of this policy in the fields faced several chalanges. This study aimed to assess the realization of the mandatory-panting policy on national garlic production enhancement. Specifically, the study was intended to evaluate garlic international trade, to assess mandatory-planting policy, and to examine opportunities and challenges of garlic mandatory-planting. Result of this study concluded that the mandatory-planting had no significant impact as the importers’ planted areas were far below the targets. The mandatory-planting policy was encountered by lack of quality seed, limited land, lack of farmers’ interest for growing garlic, long harvest period, low yield, and not competitive selling price. It is suggested that the Ministry of Agriculture replace mandatory-planting with mandatory-purchase, expanding the planted-area to suitable areas, increasing import tariff, and production increase but evading the self-sufficiency policy. 

Abstrak

Indonesia merupakan negara importir bawang putih terbesar di dunia. Pemerintah melaksanakan program untuk menurunkan impor dengan menerapkan kebijakan wajib tanam bagi importir bawang putih. Pelaksanaan kebijakan ini di lapangan ternyata mengalami banyak tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis realisasi kebijakan wajib tanam bagi importir terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional. Secara khusus penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi perdagangan internasional bawang putih, meneliti kebijakan wajib tanam bagi importir, dan mengkaji peluang dan tantangan wajib tanam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan wajib tanam bagi importir bawang putih tidak optimal dampaknya antara lain karena realisasi tanam jauh di bawah sasaran. Berbagai hambatan dalam program wajib tanam antara lain kekurangan benih bermutu, lahan terbatas, petani kurang berminat, waktu panen cukup lama, produktivitas rendah, dan harga jual tidak bersaing. Disarankan agar kebijakan wajib tanam diganti dengan wajib beli bagi importir, penanaman di wilayah yang sesuai, peningkatan tarif impor, dan peningkatan produksi tanpa harus meneruskan program swasembada bawang putih.

Author Biography

Bambang Sayaka, (Ekonomi Pertanian), (Scholar Google H-index: 6; i10-index: 4), Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

mendapatkan gelar sarjana pertanian (jurusan Budidaya/Pemuliaan) pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, tahun 1987. Gelar Magister Sains (M.Si) dan Doktor diperoleh dari Universitas of Philippines Los Banos (UPLB) masing-masing pdata tahun 1994 dan 2003. Jenjang fungsional Peneliti diawali sebagai Asisten Peneliti Madya (1996), Ajun Peneliti Madya (1998) dan sejak tahun 2005 menjabat sebagai Peneliti Madya. Selama bekerja, telah mengikuti berbagai pelatihan di dalam maupun di luar negeri, antara lain: (1) Pelatihan Agro Ekonomi (1990); (2) Summer Program in Economics, Los Banos Philippines, 1992; (3) Participatory Rapid Rural Appraisal, Civate Philippines, 1992; dan (4) Pelatihan Software STAT, Bogor, 2008. Publikasi hasil penelitian baik sebagai penulis tunggal maupun co-author; yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, semi ilmiah, prosiding antara lain : Impact of economic development on resources allocation in Indonesia: sustaining agricultural development, pp. 92-114. In P. Pingali and T.R. Paris (Eds.). Competition and conflict in Asian agricultural resources management: issues, options, and analytical paradigms. Discussion Paper Series No. 11. International Rice Reseach Institute, 1996 A study on costs structures of diary cooperatives and farmer incomes in East Java. In Livestock Industries of Indonesia Prior to the Asian Financial Crisis. RAP Publication 1999/37., The Food and Agriculture Organization, 1999 An Assessment of the Impact of Rice Tariff Policy in Indonesia: A Multi-Market Model Approach. Agricultural Development Economics Division The Food and Agriculture Organization of the United Nations, 2007 Kemitraan mendukung ketahanan pangan nasional. Memperkuat Ketahanan Pangan Mendukung Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia , 2012 Membangun kemitraan dalam memperkuat ketahanan pangan. Memperkuat Ketahanan Pangan Mendukung Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, 2012 Peningkatan Akses Petani di Lahan Kering dan Lahan Rawa terhadap Permodalan. Potensi dan Peluang Pengembangan Lahan Kering Guna Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional, 2012

Downloads

Published

22-06-2021

How to Cite

Sayaka, B., Saputra, Y. H., & Swastika, D. K. (2021). REALISASI KEBIJAKAN WAJIB TANAM BAGI IMPORTIR DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI BAWANG PUTIH NASIONAL. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(1), 45–67. Retrieved from https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/akp/article/view/916

Issue

Section

Analisis Kebijakan Pertanian