Penanganan Instabilitas Pasokan Aneka Cabai dan Bawang Merah untuk Menekan Inflasi
Keywords:
Instabilitas, Pasokan, Aneka Cabai, Bawang Merah, inflasiAbstract
Aneka cabai dan bawang merah merupakan komoditas strategis hortikultura yang menjadi prioritas pengembangan hortikultura nasional. Kedua komoditas tersebut tergolong volatile food yang hingga saat ini masih berkontribusi terhadap inflasi nasional akibat fluktuasi harga yang tajam antarwaktu dan antarwilayah. Permasalahan utama yang dihadapi dalam penanganan instabilitas pasokan aneka cabai dan bawang merah selama ini, yaitu; a) fluktuasi pasokan atau produksi aneka cabai dan bawang merah tidak terkendali di waktu dan wilayah, dikarenakan kapasitas petani melakukan budidaya cabai rawit, cabai besar maupun bawang merah, minimnya pemanfaatan Early Warning System (EWS) dan manajemen pola tanam b) Pengaruh Dampak Perubahan Iklim (DPI) terhadap instabilitas pasokan ditandai dengan pengaruh dampak negatif fenomena La Niña dan El Niño terhadap hasil produksi, keterbatasan budidaya off season serta inkonsistensi mitigasi dan adaptasi iklim dalam penanganan DPI untuk pengamanan hasil produksi. Untuk menjamin ketersediaan pasokan aneka cabai dan bawang merah antar wilayah dan antar waktu, maka terdapat 8 (delapan) rekomendasi kebijakan yang diusulkan oleh penulis untuk dapat dilakukan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura selaku pengampu kebijakan pembangunan sub sektor hortikultura, yaitu merancang dan merumuskan kembali kegiatan pengembangan kawasan aneka cabai dan bawang merah, melakukan intervensi di wilayah baru dan wilayah defisit, menyusun perencanaan produksi secara detail dan terukur hingga ukuran waktu dan lokus wilayah, mengoptimalkan pemanfaatan budidaya off season komoditas aneka cabai melalui penggunaan screen house dari berbagai sumber pembiayaan, meningkatkan kapasitas petani, membentuk tim satuan tugas yang solid guna mengawal penerapan manajemen pola tanam dan pemanfaatan EWS, menyusun perencanaan kegiatan disertai langkah mitigasi dan adaptasi iklim untuk mengoptimalkan hasil panen, dan melakukan sinergitas dengan berbagai pihak untuk mengawal pengamanan stabilitas pasokan antar waktu dan antar wilayah tercapai
References
Atmadja, A. S. (1999). Inflasi di Indonesia: Sumber-sumber penyebab dan pengendaliannya. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 1(1), 54-67.
Barahamin, A., Mudawam, S., Baroroh, A. Z., & Sari, M.M. (2022). Foul Estate: Monitoring Report of Food Estate Program in West Kalimantan and North Sumatera. https://kaoemtelapak.org/foul-estate-laporan-pemantauan-proyek-food-estate-dikalimantan-barat-dan-sumatera-utara/
BPS. (2023). Jumlah Pengelola Usaha Pertanian Perorangan Menurut Wilayah dan Kelompok Umur, sensus.bps.go.id/topik/ tabular/st2023/210/98808/0
BRIN. (2024). BRIN Kembangkan Varietas Cabai Tahan Kekeringan Melalui Seleksi Multi Indeks. https://www.brin.go.id/news/120639/brin-kembangkan-varietas-cabai-tahan-kekeringan-melalui-seleksi-multi-indeks
BRMP Provinsi Banten. (2023). Peningkatan Produktivitas Cabai Melalui Penerapan Instrumen Proliga. Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian Banten. https://banten.brmp.pertanian.go.id/berita/peningkatan-produktivitas-cabai-melalui-penerapan-instrumen-teknologi-proliga
Dinas Pertanian Pemerintah Kabupate Bulelen. (2022). Budidaya Cabai pada Lahan Sawah di Musim Penghujan. https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/23_budidaya-cabai-pada-lahan-sawah-di-musim-penghujan
Hidayah, N., Sri, S., dan Erlina, A. (2015). Pengendalian Terpadu Penyakit Daun Keriting Kuning pada Cabai Merah. Skripsi Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian UGM. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/90619
IPB University. (2024). Teknologi IPB University Berhasil Tingkatkan Produktivitas Bawang Merah 26 Persen, Tanpa Menggunakan Pestisida. https://www.ipb.ac.id/news/index/2024/11/teknologi-ipb-university-berhasil-tingkatkan-produktivitas-bawang-merah-26-persen-tanpa-menggunakan-pestisida/
Jubaedah, N. S. (2013). Market integration of red chilli commodity markets in Indonesia. International Institute of Social Studies, [Research Paper] Economic of Development. the Hague, the Netherlands. Kumar, et al. (2018). Science Based Horticultural Interventions for improving vegetable productivity in the state of Karnataka, India, Cogent Food and Agriculture.
Kompas. (2022). 3 Varietas Bawang Merah yang Cocok di Tanam di Musim Penghujan. https://agri.kompas.com/read/2022/10/18/103439784/3-varietas-bawang-merah-yang-cocok-ditanam-saat-musim-hujan?page=all
Lisdayani, L., Marheni, M., & Bakti, D. (2017, November). Identifikasi Keanekaragaman Musuh Alami Dengan Menggunakan Tanaman Perangkap Dalam Mengurangi Populasi Kutu Kebul Pada Pertanaman Cabai Merah. In Prosiding SEMDI-UNAYA (Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu UNAYA) (Vol. 1, No. 1, pp. 11-19).
Naura, A., & Riana, F. D. (2018). Dampak perubahan iklim terhadap produksi dan pendapatan usahatani cabai merah (Kasus di Dusun Sumberbendo, Desa Kucur, Kabupaten Malang). Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 2(2), 147-158.
Naibaho, A. Y., Heviyanti, M., Murdhiani, M., & Manarany, R. (2021). Uji adaptasi lima varietas unggul cabai merah keriting di lahan kering dengan teknologi proliga. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 19(1), 159-167.
Mustaming. (2019). Bentuk Adaptasi Dan Mitigasi Petani Bawang Merah Terhadap Perubahan Iklim Di Desa Batu Noni Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Universitas Halu Oleo Kendari.
Pujiastuti, E., Pustika, A. B., & Astuti, U. P. (2019). Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Petani terhadap Teknologi Jarwo Super di Kecamatan Patuk Gunung Kidul. In Prosiding Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Pertanian dan Inovasi Spesifik Lokasi Memasuki Era Industri (Vol 4, pp. 400-411).
Puslitbanghorti. (2020). Teknologi Budidaya Off Season Cabai Merah. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Kementerian Pertanian.
Riyadh, M. I. (2019). Analisis Pergerakan Harga Cabai Dan Bawang Di Kota Medan. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik (JEpa), 4(1), 56-68.
Sinaga, R., Waluyo, N., Arief, R. W., & Manurung, G. O. (2023). Uji adaptasi beberapa bawang merah (allium cepa var aggregatum l.) Pada musim hujan (off season) di lahan kering masam, lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(3), 419-428.
Soetiarsi, T. A., & Setiawati, W. (2010). Kajian teknis dan ekonomis sistem tanam dua varietas cabai merah di dataran tinggi. Jurnal Hortikultura, 20(3), 97050.
Sulaiman, A.A. (2018). Jurus Jitu: Menyikapi Iklim Ektrem El Nino dan La Nina Untuk Pemantapan Ketahanan Pangan. Jakarta: IAARD Press.
Tan, S. S., & Indrasti, R. (2018). Efektivitas bimbingan teknis dalam pengembangan perbenihan hortikultura di Jawa Barat. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 21(3), 245-257.
Yustikasari, E. D., & Ashari, S. (2022). Respon Pertumbuhan 4 Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Cekaman Kekeringan. Produksi Tanaman, 10(4), 260-267. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2022.010.04.07
