Kajian Biaya-Manfaat Implementasi Precision Farming Demfarm: Studi Multi-Provinsi di Indonesia
Keywords:
Analisis Biaya-Manfaat, Kebijakan Pertanian Indonesia, Petani Skala Kecil, Precision Farming, Produktivitas PadiAbstract
Studi ini menganalisis kebijakan precision farming (pertanian presisi), atau inisiatif demfarm, di Indonesia berdasarkan pendekatan analisis biaya-manfaat. Implementasi program menjangkau 31 provinsi sepanjang 2025–2026, dengan data lapangan dari 332 kelompok tani (poktan) yang mengelola 1.524,88 hektare lahan dengan karakteristik agroekologi beragam. Penelitian ini mengevaluasi efisiensi ekonomi, rasio input-output, serta implikasi kesejahteraan bagi petani padi skala kecil. Intervensi agronomik yang dikaji meliputi aplikasi herbisida, pengolahan tanah, pengapuran dolomit, pupuk organik, pupuk anorganik, dan pupuk silika. Tekanan hama utama yang teridentifikasi di seluruh lokasi penelitian mencakup tikus sawah, penggerek batang, wereng batang coklat, dan keong mas. Dengan kerangka Analisis Biaya-Manfaat Sosial (SCBA) yang mengintegrasikan Nilai Sekarang Bersih (NPV), Rasio Manfaat-Biaya (BCR), dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR), menunjukkan investasi pada sistem input presisi dan infrastruktur adaptif iklim menghasilkan eksternalitas positif signifikan terhadap ketahanan pangan dan pendapatan perdesaan. Keterbatasan data hasil panen dan cakupan SCO yang rendah (±15% lokasi) menghambat potensi manfaat secara menyeluruh. Tulisan ini merekomendasikan perluasan teknologi pertanian adaptif iklim, penguatan tata kelola data, dan integrasi biaya-manfaat. Implementasi yang optimal berpotensi menghasilkan BCR 2,3–3,1, sebagai pilar kedaulatan pangan nasional.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Warta Agrostandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.