Aspergilosis Unggas di Indonesia: Ancaman Tersembunyipada Industri Perunggasan
Aspergilosis Unggas di Indonesia: Ancaman Tersembunyipada Industri Perunggasan
Abstract
Aspergilosis merupakan penyakit mikosis penting pada unggas yang umumnya disebabkan oleh Aspergillus fumigatus, meskipun spesies lain seperti Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergillus glaucus, dan Aspergillus terreus juga berperan. Penyakit ini terjadi ketika konidia terhirup dan mencapai saluran pernapasan, kemudian berkecambah menjadi hifa yang menginvasi jaringan dan memicu pembentukan granuloma. Faktor risiko aspergilosis sangat berkaitan dengan manajemen pemeliharaan, termasuk kontaminasi litter, ventilasi buruk, kelembapan tinggi, inkubator tercemar, serta konsumsi pakan yang mengandung mikotoksin seperti aflatoksin dan okratoksin. Gejalanya bervariasi dari bentuk akut pada anak ayam yang ditandai dengan dispnea, hiperpnea, leher menjulur, dan mortalitas tinggi. Sedangkan
untuk bentuk kronis pada unggas dewasa, aspergilosis menyebabkan gangguan pernapasan berkepanjangan dan penurunan performa produksi. Lesi khas berupa nodul dan plak kaseosa pada paru-paru serta kantung udara, disertai risiko penyebaran sistemik ke organ lain. Diagnosis ditegakkan melalui riwayat, temuan nekropsi, isolasi jamur, pemeriksaan mikroskopis dan histopatologi, serta uji serologis atau deteksi antigen. Di lapangan, aspergilosis masih menjadi tantangan karena minimnya data prevalensi nasional, kondisi iklim tropis yang mendukung pertumbuhan jamur, serta sifatnya sebagai zoonosis okupasional bagi pekerja peternakan. Pencegahan sangat bergantung pada sanitasi dan manajemen lingkungan, sedangkan terapi utama menggunakan antijamur sistemik seperti
itraconazole. Kajian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai agen penyebab, faktor risiko, patogenesis, temuan klinis dan patologi, diagnosis, serta strategi pencegahan dan pengobatan aspergilosis pada unggas
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Warta Agrostandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.