Literature Review: Peran Fermentasi Silase Terhadap Keamanan Pakan Ternak

Authors

Keywords:

SILASE; FERMENTASI; TEBON JAGUNG; PAKAN TERNAK; KUALITAS NUTRISI; KARAKTERISTIK FISIK; KADAR AIR; BAKTERI ASAM LAKTAT; KEAMANAN PAKAN; RUWU IN KEFEKTIFAN

Abstract

Ketersediaan hijauan pakan yang tidak stabil sepanjang tahun menjadi kendala utama dalam produktivitas ternak ruminansia, sehingga diperlukan teknik pengawetan yang efektif. Silase, yang dihasilkan melalui fermentasi anaerob bahan hijauan oleh bakteri asam laktat, merupakan salah satu metode yang banyak diterapkan untuk mempertahankan kualitas nutrisi dan memperpanjang masa simpan pakan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas fermentasi silase berbahan dasar tebon jagung (Zea mays), serta implikasinya terhadap keamanan dan kelayakan pakan ternak. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka deskriptif-analitis terhadap artikel ilmiah nasional terakreditasi dengan kriteria inklusi meliputi parameter pH, warna, aroma, tekstur, protein kasar, serat kasar, lama fermentasi, dan penggunaan aditif. Hasil kajian menunjukkan bahwa silase tebon jagung berkualitas baik ditandai dengan pH 3,5–4,5, warna hijau kekuningan hingga cokelat muda, aroma asam segar, dan tekstur tidak berlendir. Lama fermentasi, kadar air, ketersediaan karbohidrat terlarut, serta penambahan aditif seperti dedak atau inokulan mikroba merupakan faktor dominan yang memengaruhi keberhasilan fermentasi. Proses fermentasi yang optimal tidak hanya meningkatkan kandungan protein kasar dan kecernaan serat, tetapi juga menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen dan jamur, sehingga meningkatkan keamanan pakan. Dengan manajemen ensilase yang tepat, silase tebon jagung berpotensi menjadi pakan alternatif yang stabil, bergizi, dan mendukung keberlanjutan sistem peternakan melalui pemanfaatan limbah pertanian secara efisien.

References

Downloads

Published

2026-07-27