Optimasi Suhu Annealing Pada Metode Uji PCR untuk Deteksi Salmonella Enteritidis dan Salmonella Typhimurium

Authors

Keywords:

SALMONELLA ENTERITIDIS, SALMONELLA TYPHIMURIUM, PCR, OPTIMASI SUHU ANNEALING, DETEKSI

Abstract

Salmonella Enteritidis dan Salmonella Typhimurium merupakan serovar utama penyebab salmonellosis pada unggas dan manusia, sehingga deteksi yang akurat menjadi sangat penting. Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) memerlukan optimasi suhu annealing yang tepat untuk memastikan spesifisitas dan efisiensi amplifikasi DNA target. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu annealing optimal pada metode uji PCR untuk deteksi kedua bakteri tersebut. Ekstraksi DNA dilakukan menggunakan metode inaktivasi panas dan DNAzol, dilanjutkan dengan amplifikasi PCR menggunakan gradien suhu annealing. Hasil menunjukkan bahwa suhu annealing optimal untuk primer Salmonella Typhimurium adalah 52°C, sedangkan untuk Salmonella Enteritidis adalah 53°C. Suhu annealing yang terlalu rendah menyebabkan amplifikasi nonspesifik, sedangkan suhu yang terlalu tinggi menghambat pembentukan pita target. Optimasi suhu annealing terbukti sangat menentukan keberhasilan deteksi Salmonella Enteritidis dan Salmonella Typhimurium menggunakan metode PCR.

References

Downloads

Published

2026-03-31