Peternak Lombok Tengah Belajar Budidaya, Kesehatan, dan Pengolahan Pakan Ayam KUB
Keywords:
AYAM KUB; BUDIDAYA; KESEHATAN TERNAK; PENGOLAHAN PAKAN; MEKANISASI; BIOSEKURITI; BRMP VETERINER; BRMP PKH; BRMP MEKTAN; BRMP NTB; LOMBOK TENGAH; JAGUNG; BAHAN BAKU LOKAL; EFISIENSI USAHA; PRODUKTIVITAS; KOLABORASIAbstract
Pengembangan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) terus didorong melalui peningkatan kemampuan peternak dalam budidaya, kesehatan ternak, serta pengolahan pakan. Hal tersebut menjadi fokus dalam Bimbingan Teknis Budidaya Kesehatan Ternak Ayam KUB dan Mekanisasi Pengolahan Pakan Klinik Modernisasi Pertanian yang berlangsung di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 24 September 2026. Kegiatan bimtek dilaksanakan oleh BRMP Veteriner bersama BRMP PKH, BRMP Mektan, dan BRMP NTB, serta dihadiri oleh kelompok ternak dan masyarakat peternak ayam. Selain pakan, kesehatan ayam juga menjadi perhatian penting, di mana penerapan biosekuriti dan manajemen pemeliharaan yang baik diperlukan untuk mencegah penyakit yang dapat mengganggu produktivitas ternak. Para peternak didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam formulasi dan pengolahan pakan dengan memanfaatkan bahan baku lokal serta dukungan mekanisasi untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha. Kepala BRMP NTB menyampaikan bahwa pengembangan ayam kampung perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, baik dari sisi pertumbuhan maupun produksi telur, melalui perbaikan pola pemeliharaan, pengelolaan kesehatan, serta lingkungan kandang. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, akademisi, dan peternak, serta optimalisasi potensi sumber daya lokal terutama jagung sebagai bahan baku pakan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh tambahan pengetahuan mengenai budidaya ayam KUB, kesehatan dan biosekuriti, serta penyediaan dan pengolahan pakan, sekaligus menjadi ruang diskusi untuk menyampaikan kendala di lapangan dan mencari solusi bersama.