CG ICARE Hadir di Tanggamus dan Lombok Tengah, Dorong Kesehatan Ternak Berbasis Potensi Lokal
Keywords:
CG ICARE; BRMP VETERINER; TANGGAMUS; LOMBOK TENGAH; AYAM KUB; VAKSINASI IBD; GUMBORO; HERBAL LOKAL; ETNOVETERINER; KEARIFAN LOKAL; KESEHATAN TERNAK; KAMBING; KOPERASI MAS; BIOSEKURITI; PRODUKTIVITAS TERNAK; PENGENDALIAN PENYAKITAbstract
Tim Competitive Grant (CG) ICARE BRMP Veteriner melaksanakan rangkaian kegiatan bersama peternak di Tanggamus, Lampung, dan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya mendekatkan inovasi kesehatan hewan kepada peternak melalui pemanfaatan teknologi, vaksinasi, serta potensi dan kearifan lokal. Di Lombok Tengah, tim gabungan BRMP Veteriner dan BRMP PKH melaksanakan kunjungan lapang, vaksinasi, bimbingan teknis, serta praktik pemanfaatan herbal lokal pada 15–18 September 2026. Kegiatan meliputi vaksinasi IBD melalui air minum pada 700 ekor Ayam KUB di Koperasi Makmur Aman Sejahtera (MAS) Desa Jago, edukasi mengenai prinsip vaksinasi tepat dosis, tepat waktu, dan tepat aplikasi, serta Bimbingan Teknis "Pemanfaatan Herbal Lokal Berbasis Inovasi untuk Peningkatan Sistem Kesehatan Ayam Berkelanjutan" yang diikuti 100 peserta dari Koperasi MAS Jago dan Koperasi NNJU. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke UPBS BRMP NTB untuk melihat manajemen pemeliharaan Ayam KUB dari fase brooding hingga menghasilkan DOC siap distribusi. Sementara di Tanggamus, tim melaksanakan sosialisasi dan pendataan peternak di Desa Way Ilahan, Kecamatan Pulau Panggung pada 18 September 2026, melalui dialog langsung dengan peternak kambing untuk menggali kondisi pemeliharaan, kebutuhan, serta kendala kesehatan dan teknis, dilanjutkan kunjungan ke kandang peternak. Pendataan ini menjadi langkah awal program "Teknologi Terapan Etnoveteriner Berbasis Kearifan Lokal untuk Pengendalian Penyakit Kambing". Melalui rangkaian kegiatan tersebut, CG ICARE BRMP Veteriner mendorong penguatan kesehatan ternak dengan pendekatan yang sesuai kondisi peternak, memadukan teknologi kesehatan hewan, vaksinasi, biosekuriti, serta pemanfaatan potensi dan kearifan lokal untuk mendukung peternak meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak secara mandiri dan berkelanjutan.