BRMP Veteriner Perkuat Budaya Mutu melalui Pelatihan ISO 9001:2015
Keywords:
ISO 9001:2015; SISTEM MANAJEMEN MUTU; PELATIHAN; BRMP VETERINER; BUDAYA MUTU; RISK-BASED THINKING; AUDIT; ISO 19011:2026; AUDIT DIGITAL; AUDIT REMOTE; AUDIT HYBRID; KOMPETENSI AUDITOR; DOKUMEN TERDOKUMENTASI; PENINGKATAN BERKELANJUTAN; TATA KELOLAAbstract
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner (BRMP Veteriner) terus berkomitmen memperkuat penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) melalui pelaksanaan Pelatihan ISO 9001:2015 bagi pegawai, yang disampaikan oleh Deni Susanto pada 8 September 2026 di Bogor. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai interpretasi persyaratan ISO 9001:2015 serta penerapan dan strategi implementasinya dalam organisasi. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar Sistem Manajemen Mutu, tujuh prinsip mutu, struktur ISO 9001:2015, konteks organisasi, peran dan tanggung jawab, pengelolaan proses dan risiko, informasi terdokumentasi, serta audit, evaluasi, dan peningkatan berkelanjutan. Salah satu penekanan utama adalah penerapan risk-based thinking, di mana setiap unit kerja diharapkan mampu memahami proses, mengidentifikasi risiko dan peluang, serta menetapkan indikator kinerja yang mendukung pencapaian sasaran mutu. Pengelolaan dokumen dan rekaman juga menjadi perhatian penting untuk memastikan informasi terdokumentasi yang digunakan merupakan dokumen terbaru. Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai audit sistem manajemen sebagai proses sistematis, independen, objektif, dan terdokumentasi untuk menilai kesesuaian serta efektivitas penerapan sistem, termasuk pembahasan perkembangan ISO 19011:2026 yang mencakup audit berbasis risiko, audit remote dan hybrid, penggunaan bukti audit digital, pemanfaatan teknologi, analisis data, serta peningkatan kompetensi auditor di era digital. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai tahapan audit mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penyusunan temuan, pelaporan, hingga tindak lanjut. Melalui pelatihan ini, BRMP Veteriner diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus memperkuat budaya mutu dalam setiap proses kerja, sehingga mendukung terwujudnya organisasi yang profesional, akuntabel, adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan.