Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik

Authors

Keywords:

PM-AAS; PERTANIAN MODERN; PRODUKTIVITAS PADI; DIRECT SEEDING; POPULASI TANAMAN; JARAK TANAM; PENDAPATAN PETANI; HPP GABAH; SWASEMBADA PANGAN; KETAHANAN PANGAN; KEDAULATAN PANGAN; MENTAN AMRAN; SUBSIDI BENIH; INDEKS PERTANAMAN; KESEJAHTERAAN PETANI

Abstract

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperbesar pendapatan petani. Metode yang telah diuji sekitar dua tahun ini menunjukkan hasil produksi yang dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pola budidaya konvensional, dari rata-rata 5–5,5 ton per hektare menjadi 11–13 ton per hektare. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh optimalisasi populasi tanaman dalam satu hektare melalui pengaturan jarak tanam, sehingga jumlah tanaman dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa menambah luas lahan. PM-AAS juga menggunakan sistem direct seeding atau tanam langsung, yang menghilangkan proses persemaian dan pemindahan bibit, sehingga menghemat waktu dan membuka peluang peningkatan indeks pertanaman. Tambahan biaya budidaya akibat peningkatan populasi sekitar Rp2 juta per hektare, namun penghasilan petani berpotensi naik hingga Rp30–35 juta. Dengan HPP gabah Rp6.500 per kilogram, kenaikan produksi dari 5 ton menjadi 10 ton per hektare meningkatkan penerimaan kotor petani sekitar Rp32,5 juta per hektare. Pemerintah menargetkan penerapan PM-AAS pada minimal 1 juta hektare secara nasional pada tahun depan, yang berpotensi menambah produksi sekitar 5 juta ton gabah. Strategi ini dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta menjaga keberlanjutan swasembada, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.

References

Downloads

Published

2026-10-14