PM-AAS Dongkrak Produksi Padi hingga Tiga Kali Lipat
Keywords:
PM-AAS, PRODUKTIVITAS PADI, MENTAN AMRAN, JAJAR LEGOWO, PERTANIAN PRESISI, SWASEMBADA PANGAN, LUMBUNG PANGAN DUNIAAbstract
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa model Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat, dari rata-rata 5–6 ton menjadi minimal 10 ton bahkan mencapai 12,4 ton per hektare. PM-AAS merupakan hasil riset dan uji lapangan selama dua tahun yang memadukan sistem jajar legowo Indonesia, praktik budidaya dari Arkansas (AS), dan teknologi pertanian presisi dari China. Model ini dibangun di atas tiga prinsip: optimalisasi fotosintesis melalui pengaturan jarak tanam (sistem 4:1 dan 6:1), peningkatan populasi tanaman secara berkesinambungan (dari 300–360 ribu menjadi 800 ribu–1 juta rumpun per hektare), serta penerapan pertanian presisi untuk efisiensi input produksi. Mentan menargetkan perluasan PM-AAS hingga 2029 dengan pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL), dimulai dari daerah irigasi, untuk menjaga swasembada berkelanjutan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.