Solusi Peningkatan LTT Bantaeng melalui Optimalisasi Sumber Air dan Energi Alternatif
Keywords:
LUAS TAMBAH TANAM (LTT), BANTAENG, SUMBER AIR, ENERGI ALTERNATIF, PANEL SURYA, SINKRONISASI DATA, SWASEMBADA PANGANAbstract
Pada tanggal 27–29 Maret 2026, Tim Luas Tambah Tanam (LTT) Swasembada Pangan Berkelanjutan dari BRMP Veteriner melaksanakan sinkronisasi data, identifikasi kendala, dan pemantauan di Kabupaten Bantaeng. Di Kecamatan Pajukukang (LBS 2.075,56 hektare), realisasi tanam mencapai 100 persen, namun pemanfaatan sumur bor belum maksimal akibat biaya operasional tinggi dan kedalaman air. Di Kecamatan Gantarangkeke, kendala serupa diatasi dengan mendorong energi alternatif (panel surya), peningkatan fungsi sumur bor, dan pembangunan dam parit. Hasil sinkronisasi data di BPP Lamalaka menemukan selisih data realisasi LTT antara sistem e-Puslu dan pencatatan lapangan sebesar 283,14 hektare. Capaian LTT Kabupaten Bantaeng meningkat dari 6.032 hektare menjadi 6.241 hektare. Perbaikan sistem pelaporan, penanganan ketersediaan air, dan keseragaman varietas menjadi kunci peningkatan LTT yang berkelanjutan.