LIVET- Si Penghuni Tak Diundang: Kisah Belatungan atau Myiasis

Authors

Keywords:

MYIASIS; BELATUNGAN; CHRYSOMYA BEZZIANA; LARVA LALAT; INFEKSI LUKA; PETERNAKAN SAPI; PENCEGAHAN; PENGOBATAN; KEBERSIHAN KANDANG; KESEHATAN TERNAK

Abstract

Artikel ini membahas penyakit Myiasis (Belatungan) pada sapi, yang disebabkan oleh infestasi larva lalat pada luka terbuka. Cerita diawali dengan lalat Chrysomya bezziana (lalat primer) yang meletakkan telur di luka persalinan induk sapi atau luka tali pusar anak sapi. Telur menetas menjadi larva instar satu (L1) yang kemudian berkembang menjadi L2 dan L3, menggali terowongan dalam jaringan hidup, menyebabkan luka membusuk, peradangan, demam, dan penderitaan pada hewan. Selain lalat primer, lalat sekunder (Chrysopha megacephala) dan tertier (Musca sp.) juga dapat memperparah infeksi. Jika tidak ditangani, myiasis dapat memicu infeksi bakteri sekunder dan kematian. Pencegahan meliputi penutupan luka sekecil apapun, pemasangan perangkap lalat, serta menjaga kebersihan kandang. Pengobatan tradisional menggunakan tembakau atau minyak kayu putih untuk mengusir belatung, sedangkan metode modern melibatkan penyemprotan obat seperti Gusanex®. Artikel menekankan pentingnya kewaspadaan dan ketelitian peternak dalam mencegah dan mengendalikan myiasis untuk menjaga kesehatan ternak.

Downloads

Published

2025-12-31