Morphological Characterization and Phylogenetic Relationships of Namnam Fruit Plants (Cynometra cauliflora) in Various Southern Regions of Kebumen Regency
DOI:
https://doi.org/10.51589/6tm6gb48Keywords:
Cynometra cauliflora, morfologi, fenetik, UPGMA, pesisir KebumenAbstract
Populasi tanaman Cynometra cauliflora (namnam) di wilayah pesisir selatan Kabupaten Kebumen mengalami penurunan akibat degradasi habitat, tekanan lingkungan, dan tidak adanya upaya konservasi terstruktur. Kondisi tersebut menyebabkan variasi morfologi antar populasi semakin sulit dipetakan, padahal karakter morfologi berperan penting dalam identifikasi plasma nutfah dan pengembangan strategi pelestarian spesies. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keragaman morfologi tanaman namnam pada lima populasi pesisir, yaitu Ambal, Mirit, Puring, Petanahan, dan Buluspesantren, serta menganalisis hubungan kekerabatan antar populasi untuk memahami pola diferensiasi fenotipik yang terbentuk. Tujuan penelitian adalah menentukan karakter morfologi pembeda pada masing-masing populasi dan memetakan klaster kekerabatan berdasarkan parameter vegetatif dan generatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif–eksploratif dengan teknik purposive sampling. Pengamatan meliputi karakter batang, daun, bunga, buah, dan biji yang diukur secara kuantitatif serta dikodekan dalam bentuk numerik untuk dianalisis menggunakan metode fenetik berbasis UPGMA. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi morfologi yang signifikan antar populasi. Populasi Ambal dan Buluspesantren memiliki ukuran daun, buah, dan biji yang lebih besar dengan tingkat kemanisan lebih tinggi, sedangkan Puring dan Mirit memperlihatkan karakter organ yang lebih kecil akibat tekanan lingkungan pesisir yang lebih ekstrem. Populasi Petanahan berada pada posisi transisional dengan kombinasi karakter campuran. Analisis UPGMA menghasilkan tiga klaster utama yang konsisten dengan pola keragaman morfologi kuantitatif. Hasil ini menegaskan bahwa tekanan lingkungan pesisir berperan penting dalam membentuk diferensiasi morfologi tanaman namnam. Temuan ini merekomendasikan perlunya konservasi berbasis populasi serta pemanfaatan populasi unggul sebagai sumber plasma nutfah untuk mendukung budidaya berkelanjutan.
The population of Cynometra cauliflora (namnam) in the southern coastal region of Kebumen has declined due to habitat degradation, environmental pressures, and the absence of structured conservation programs. These conditions have increased morphological divergence among populations, whereas morphological traits were crucial for germplasm identification and species conservation planning. This study aimed to characterize the morphological variation of namnam across five coastal populations—Ambal, Mirit, Puring, Petanahan, and Buluspesantren—and to analyze their phenetic relationships to understand the pattern of phenotypic differentiation. A descriptive–exploratory approach with purposive sampling was applied. Morphological traits of stems, leaves, flowers, fruits, and seeds were measured quantitatively and converted into numerical codes for phenetic analysis using the UPGMA method. The results revealed significant morphological variation among populations. Ambal and Buluspesantren exhibited larger leaves, fruits, and seeds with higher sweetness levels, whereas Puring and Mirit showed smaller organ sizes influenced by harsher coastal conditions. Petanahan represented a transitional population with intermediate characteristics. The UPGMA dendrogram formed three major clusters consistent with quantitative morphological data. These findings indicate that coastal environmental conditions strongly influence morphological diversification of namnam populations. The study highlights the necessity of population-based conservation and recommends utilizing superior populations as germplasm sources for sustainable cultivation.
References
Alamsyah, M., Rahayu, S., & Putri, D. (2021). Teknik sampling dalam penelitian tanaman perkebunan. Jurnal Agribisnis Terapan, 16(1), 45–56.
Ashraf, S., Ali, Q., & Haider, M. S. (2020). Morphological diversity and phytochemical potential of underutilized tropical fruit species. Journal of Tropical Plant Biology, 17(3), 211–222. https://doi.org/10.1007/s12229-020-09239-2.
Badiaraja D.; Siregar, M., L. . N. (2021). Penerapan metode UPGMA dalam analisis kekerabatan tanaman buah lokal Indonesia. Jurnal Statistika Dan Sains Data, 5(1), 33–40.
Dahiru, R., Bello, A., & Ibrahim, S. (2022). Phenetic and genetic variation in tropical Fabaceae species under contrasting environments. Plant Systematics Journal, 28(2), 145–159.
Datumaya, D., & Angio, R. (2023). Deskripsi morfologi tanaman lokal Indonesia: Panduan penelitian lapangan. Universitas Negeri Yogyakarta Press.
Fiani R., N. . Y. (2018). Karakterisasi warna daun dan bunga pada tanaman endemik Indonesia. Jurnal Bioteknologi Pertanian, 14(2), 77–85.
Hidayat, R., & Prasetyo, M. (2019). Floral morphology as a key taxonomic character in tropical plant species. Journal of Tropical Botany, 12(2), 85–94.
Legendre, P., & Legendre, L. (2012). Numerical Ecology. Elsevier.
Mehmood, A., Khan, M. A., & Iqbal, Z. (2021). Cluster analysis and phenetic relationships in Fabaceae based on morphological descriptors. Plant Biosystems, 155(5), 1125–1134. https://doi.org/10.1080/11263504.2020.1784317.
Nurfadila, S., Putri, R., & Mahendra, D. (2021). Morphological evaluation of local fruit germplasm for characterization and selection. AgroScience Journal, 18(3), 201–210.
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 14 TAHUN 2023, 79 (2023).
Rahmawati, T., Nugraha, B., & Setiawan, H. (2021). Field morphological characterization methods for tropical woody plants. Forest Biology Review, 9(4), 155–167.
Sa’diyah S.; Rahmawati, I., N. . W. (2025). Penerapan metode statistik UPGMA untuk analisis fenotip tanaman buah tropika. Jurnal Sains Hayati, 15(1), 51–58.
Sari, N., & Putra, A. (2020). Leaf morphological descriptors for plant identification in tropical ecosystems. Plant Systematics Indonesia, 7(1), 23–35.
Setiani, R., Widodo, N., & Pramono, A. (2022). Standardized field measurement protocols for morphological traits in woody species. Indonesian Journal of Forestry Research, 9(3), 145–158.
Sneath, P. H. A., & Sokal, R. R. (1973). Numerical Taxonomy. W.H. Freeman.
Susanto, D., & Haryanto, A. (2021). Topografi dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kebumen. Jurnal Pembangunan Wilayah, 3(1), 15–25.
Sutanto, A., Lestari, D., & Prakoso, B. (2023). Morphological variability of coastal plant species in response to microhabitat differences. Ocean and Coastal Research, 71(1), 33–44.
Sutanto, A., Putra, Y., & Lestari, D. (2023). Phenotypic variation of coastal tropical plants using quantitative morphological traits. Ecological Plant Biology, 14(1), 45–58.
Ulpiyah, Z. (2023). Karakterisasi morfologi bunga dan buah spesies Fabaceae lokal. Fakultas Biologi, Universitas Negeri Jakarta.
Widodo, P., & Abdullah, M. (2022). Threats to genetic diversity of local fruit species in Indonesia and strategies for conservation. Journal of Environmental Biology, 43(4), 1021–1029.
Zhao, X., Zhang, Y., & Liu, H. (2020). Comparative morphological clustering of legume species using UPGMA and numerical taxonomy. Botanical Studies, 61(1), 15. https://doi.org/10.1186/s40529-020-00285-0.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Fathonah , Umi Barokah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



