Efektivitas Rancangan Penyuluhan Terhadap Penerimaan Petani Dalam Pemanfaatan Perangkap Atraktan Berbahan Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais

Authors

  • Minta Surya Rezki Harahap Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Makruf Wicaksono
  • Tience Elizabet Pakpahan

DOI:

https://doi.org/10.51589/8hs9vr75

Keywords:

Efektivitas, Penyuluhan Pertanian, Penerimaan Petan, Keong Mas, Walang Sangit

Abstract

Perkembangan sektor pertanian padi sawah di Kecamatan Angkola Muaratais masih menghadapi kendala utama berupa serangan hama walang sangit (Leptocorisa acuta) yang menyerang tanaman pada fase pengisian bulir. Serangan hama ini dapat menyebabkan gabah menjadi hampa, berwarna kusam, serta menurunkan kualitas beras dengan potensi kehilangan hasil mencapai 15–50%, bergantung pada tingkat populasi hama, fase pertumbuhan tanaman, dan intensitas serangan. Pengendalian hama yang selama ini didominasi penggunaan pestisida kimia berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan usaha tani. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan. Keberhasilan penerapan inovasi tersebut dipengaruhi oleh efektivitas rancangan penyuluhan dalam meningkatkan penerimaan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rancangan penyuluhan terhadap tingkat penerimaan petani dalam pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Angkola Muaratais. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Responden penelitian berjumlah 36 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala likert dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisis persentase. Tingkat penerimaan petani diinterpretasikan berdasarkan kategori efektivitas, yaitu 0–20% (sangat tidak efektif), 21–40% (tidak efektif), 41–60% (cukup efektif), 61–80% (efektif), dan 81–100% (sangat efektif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas rancangan penyuluhan secara keseluruhan berada pada kategori sangat efektif dengan persentase sebesar 81,30%. Berdasarkan indikator, materi penyuluhan memperoleh nilai tertinggi sebesar 83,89%, sedangkan waktu penyuluhan memperoleh nilai terendah sebesar 78,22%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh penilaian sangat efektif berdasarkan tingkat penerimaan petani terhadap pemanfaatan perangkap atraktan berbahan keong mas. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai efektif dalam mendukung penerimaan petani terhadap inovasi pengendalian hama yang ramah lingkungan pada tanaman padi sawah.

Rice farming in Angkola Muaratais District continues to face a major challenge from the rice bug (Leptocorisa acuta), which attacks rice during the grain-filling stage. This pest can cause empty grains, dull-colored rice, and reduced grain quality, resulting in yield losses of approximately 15–50%, depending on pest population, crop growth stage, and infestation intensity. Conventional pest control, which relies heavily on chemical pesticides, may have adverse impacts on the environment and the sustainability of rice farming. One environmentally friendly alternative introduced is the use of attractant traps made from golden apple snail (Pomacea canaliculata). The successful adoption of this innovation depends on the effectiveness of the agricultural extension program in promoting farmers' acceptance. This study aimed to analyze the effectiveness of an agricultural extension program on farmers' acceptance of golden apple snail-based attractant traps for rice pest management in Angkola Muaratais District. The study employed a quantitative descriptive approach involving 36 farmers selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive quantitative analysis based on percentage scores. Farmers' acceptance was interpreted using effectiveness categories: 0–20% (very ineffective), 21–40% (ineffective), 41–60% (moderately effective), 61–80% (effective), and 81–100% (very effective). The results showed that the overall effectiveness of the extension program reached 81.30%, which falls into the very effective category. Among the assessed indicators, extension materials obtained the highest percentage (83.89%), while the timing of the extension activities received the lowest percentage (78.22%). These findings indicate that the extension program was rated as very effective based on farmers' acceptance of the use of golden apple snail-based attractant traps. Therefore, the proposed extension program was considered effective in supporting farmers' acceptance of an environmentally friendly pest management innovation for rice cultivation.

 

References

Bachtiar, E. E., Tapi, T., Saputra, H., Budicahyono, M. E., & Konyep, E. (2025). Penyuluhan Pertanian : Pendekatan , Metode dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan. Journal of Sustainable Agriculture Extension, 3(1), 42–52.

Ernah, E., & Wulandari, E. (2020). Peningkatan Pengetahuan Petani Melalui Sosialisasi Daring Tech For Farmers. Jurnal Abdidas, 1(6), 838–841. https://doi.org/10.31004/abdidas.v1i6.180

Hanum, K. F., Rajan, G., Fadila, J. N., Revana, S. A., Tisyafianto, M. R. R., & Desmawan, D. (2024). Pengembangan Sistem Pertanian Dalam Sektor Beras Untuk Menciptakan Keberlanjutan Pangan. Ekonomi Bisnis Manajemen Dan Akuntansi (EBMA), 5(2), 36–41.

Linda, M. (2024). Penggunaan Kombinasi Senyawa Atraktan Ekstrak Daun Jagung dengan Warna Perangkap yang Berbeda terhadap Ketertarikan Spodoptera frugiperda (JE Smith)(Lepidoptera: Noctuidae) di Lapang. Universitas Hasanuddin.

Nisa Hafi Idhoh Fitriana, R. F. S. (2023). Peran Penyuluhan Pertanian Dalam Proses Adopsi Inovasi di Desa Sadang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis, 11(2), 81–91.

Pitriana, D., & Haryanto, H. (2025). Evaluasi Penerapan Pengendalian Hama Terpadu Petani Padi (Oryza sativa) dalam Program P4 di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 4(1), 146–154.

Pramukyana, L., & Firman Felani, M. (2025). Efektivitas Perangkap Bangkai Keong Sawah (Pila ampullecea) dan Yuyu Sawah (Parathelpusa convexa) Untuk Pengendalian Walang Sangit (Leptocoria acuta T.) Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) on Rice Plants (Oryza Sativa L.). Journal of Agricultural and Plantation Online Version: Maret, 1(1), 14–18.

Rahmadi, R., Priyadi, P., & Rochman, F. (2022). Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Insektisida Organik Dalam Mengendalikan Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Pada Padi Sawah. Agricola, 12(2), 82–90.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Ulfa, A., Siregar, A. Z., & Lubis, L. (2020). Pemanfaatan Jenis Dan Ketinggian Perangkap Beratraktan Mengendalikan Walang Sangit (Leptocorisa acuta). Jurnal Agroteknologi, 5(2), 94–108.

Downloads

Published

2026-07-17